Showing posts with label B1A4. Show all posts
Showing posts with label B1A4. Show all posts

Friday, March 16, 2012

B1A4 - Baby, I'm Sorry [Rom,Han,Eng]

Romanization

huh gaji ma gaji ma
tto ttokgateun maldeurui banbok
bulleodo bulleodo bulleodo
dabi eomneun mearineun ajikdo
angmong gateun bam
hollo nama jamdeureo ga
memalla beorin nae nunmul daeshin
ganyeorin bitjulgiman yeah.
shimjangi deo apa onda
nunmuri deo malla onda

beorin maeumeun ssaeng
barameun hweng
mugeoun du nunui geuneureun kweng
jichineun nae mam soge tto
eodumman chago
nunmulman morachineun pado

[GC/JY] I just want to be alone
uriui chueok ijen modu jiwoya doeni babe
[GC/JY] I just want to be alone
babocheoreom neoman chatge doel geol

Baby I’m sorry, We got the better
ijen bonaelge love together
modeun ge byeonhaetjiman oh neoneun eobtjiman
every night every night yoooooou

Baby I’m sorry, We got the better
ijen jalhalge love together
modeun ge byeonhaetjiman oh neoneun eobtjiman
every night every night yoooooou

ijen gwaenchanketji hamyeonseo
chingudeureul bulleotjiman
wae ni yaegiman hago inneun geonji
naega mwo haneun geonji
jeongmal ige matneun geonji I don’t know

ijeo bogetdago dajimhan ge eoje… eoje
keunsori ppangppang chin geon mwonde
ttangman tangtang chimyeo uri saenggak
hago inneun geonji
huhoe dwae ango shipeo gureum gateun neoreul
japgo shipeo nabi gateun neoreul
neomu geuriwojyeo hana gatdeon dureul

[GC/JY] I just want to be alone
uriui chueok ijen modu jiwoya doeni babe
[GC/JY] I just want to be alone
seupgwancheoreom neoman chatge doel geol

Baby I’m sorry, We got the better
ijen bonaelge love together
modeun ge byeonhaetjiman oh neoneun eobtjiman
every night every night yoooooou (swit!)

neol itgo dancing party time (hey)
neol dugo dancing party tonight (ho)

dan dan dan dan dan
dan dan dan dan dan
dan dancing party time Let’s go!!

Baby I’m sorry, We got the better
ijen bonaelge love together
modeun ge byeonhaetjiman oh neoneun eobtjiman
every night every night yoooooou

Baby I’m sorry, We got the better
ijen jalhalge love together
baby jeo meolli geureoke meolli
gaji ma lonely love tonight

baby in a city light (Ahh~~Baby~)
in in in a city love light
in a city light
in in in a city love light
( baby jeo meolli geureoke meolli
gaji ma lonely love tonight)
in a city light
in in in a city love light
in a city in a city
in a city love light

Korean/Hangul

huh 가지 마 가지 마
또 똑같은 말들의 반복
불러도 불러도 불러도
답이 없는 메아리는 아직도
악몽 같은 밤
홀로 남아 잠들어 가
메말라 버린 내 눈물 대신
가녀린 빗줄기만 yeah
심장이 더 아파 온다
눈물이 더 말라 온다

버린 마음은 쌩
바람은 휑
무거운 두 눈의 그늘은 퀭
지치는 내 맘 속에 또
어둠만 차고
눈물만 몰아치는 파도

I just want to be alone
우리의 추억 이젠 모두 지워야 되니 babe
I just want to be alone
바보처럼 너만 찾게 될 걸

Baby I’m sorry, We got the better
이젠 보낼게 love together
모든 게 변했지만 oh 너는 없지만
every night every night yoooooou

Baby I’m sorry, We got the better
이젠 잘할게 love together
모든 게 변했지만 oh 너는 없지만
every night every night yoooooou

이젠 괜찮겠지 하면서
친구들을 불렀지만
왜 니 얘기만 하고 있는 건지
내가 뭐 하는 건지
정말 이게 맞는 건지 I don’t know

잊어 보겠다고 다짐한 게 어제… 어제
큰소리 빵빵 친 건 뭔데
땅만 탕탕 치며 우리 생각
하고 있는 건지
후회 돼 안고 싶어 구름 같은 너를
잡고 싶어 나비 같은 너를
너무 그리워져 하나 같던 둘을

I just want to be alone
우리의 추억 이젠 모두 지워야 되니 babe
I just want to be alone
습관처럼 너만 찾게 될 걸

Baby I’m sorry, We got the better
이젠 보낼게 love together
모든 게 변했지만 oh 너는 없지만
every night every night yoooooou (쉿!)

널 잊고 dancing party time (hey)
널 두고 dancing party tonight (ho)

dan dan dan dan dan
dan dan dan dan dan
dan dancing party time Let’s go!!

Baby I’m sorry, We got the better
이젠 보낼게 love together
모든 게 변했지만 oh 너는 없지만
every night every night yooooou

Baby I’m sorry, We got the better
이젠 잘할게 love together
baby 저 멀리 그렇게 멀리
가지 마 lonely love tonight

baby in a city light
in in in a city love light
in a city light
in in in a city love light
(baby 저 멀리 그렇게 멀리
가지 마 lonely love tonight)
in a city light
in in in a city love light
in a city in a city
in a city love light

English

Huh don’t go, don’t go
Repeating the same words
I call, call, call out to you
But it’s still an answer-less echo
This nightmare of a night
I remain alone and fall asleep
In place of my dried up tears
Are thin lines of rain yeah
My heart is hurting more
My tears are drying more

My left-behind heart is empty
The wind blows coldly
The shadows drag under my heavy eyes
Again in my exhausted heart,
Darkness fills up
Waves of tears surge up

I just want to be alone
Do I need to erase all of our memories now babe
I just want to be alone
Like a fool, I only look for you

Baby I’m sorry, We got the better
Now I’ll let you go, love together
Though everything changed but oh though you’re not here
Every night every night you

Baby I’m sorry, We got the better
Now I’ll be good – love together
Though everything changed but oh though you’re not here
Every night every night you

I tell myself that everything will be okay now
And I called up my friends but
Why am I only talking about you?
What am I doing?
Is this really the right thing to do? I don’t know

It was yesterday when I determined that I’d forget you
I made a big and loud determination
But I only pound the floor as I think about us
I regret it,
I want to hold you, who is like a cloud
I want to catch you, who is like a butterfly
I long for it so much, us two that was like one

I just want to be alone
Do I need to erase all of our memories now babe
I just want to be alone
Like a habit, I only look for you

Baby I’m sorry, We got the better
Now I’ll let you go, love together
Though everything changed but oh though you’re not here
Every night every night you

I forget you and dancing party time (hey)
I leave you and dancing party tonight (ho)

Dan dan dan dan dan
Dan dan dan dan dan
Dan dancing party time Let`s go!!

Baby I’m sorry, We got the better
Now I’ll let you go, love together
Though everything changed but oh though you’re not here
Every night every night you

Baby I’m sorry, We got the better
I’ll be good now – love together
Baby, far away, far far away,
Don’t go – lonely love tonight

baby in a city light
in in in a city love light
in a city light
in in in a city love light
(Baby, far away, far far away,
Don’t go – lonely love tonight)
in a city light
in in in a city love light
in a city in a city
in a city love light

Kor: music daum
Rom: thelapn + Kat
Eng: pop!gasa
info: music.daum.net






Wednesday, February 22, 2012

Past

-Past-

Kau mungkin tak menyadarinya.. sejak pertama kali mataku bertemu dan menatap matamu ada sesuatu yang aneh melanda jiwaku, semuanya berubah dan aku merasakan sebuah dejavu.
Mata itu sepertinya sudah biasa menatap hangat mataku, aku mengenalnya.. sangat mengenalnya, kau masa laluku.

Part 1: First Sight
    “apa ini pertemuan pertama kita?”

Tik.. tik.. tik….
Rintikan hujan perlahan mulai turun dari langit Seoul, angin yang berhembus kencang membuat sebagian dedaunan pohon yang masih hijau terbang dan menyapu jalanan. Pertanda badai memang sudah diumumkan melalui stasiun televisi dalam acara ‘ramalan cuaca’nya. Dan siaran radio malam ini kembali menyiarkan tentang perkembangan cuaca dan kondisi di Jeolla yg kabarnya sudah diterjang badai terlebih dahulu. Sejak 1 minggu yang lalu memang bukanlah awal musim panas yg baik oleh banyaknya badai.
Dalam kegelapan malam, terdengar suara deru mesin motor yg sepertinya semakin dekat lalu berhenti disebuah rumah berlantai dua, dari atas motor besar itu turun seorang namja, dia mematikan mesin motornya dan suara hembusan angin yg menembus pepohonan kembali mendominasi. Dia melepaskan helmnya dan meletakkannya di atas jok lalu menengadahkan kepalanya. Sejenak ia terdiam dan menatap langit hitam diatasnya, tetesan air hujan turun dan membasahi pipinya. Ia tersenyum tipis lalu melangkah memasuki rumahnya.

Telepon di rumahnya berdering pertanda ada banyak voice mail yg tertinggal di dalamnya. Namja itu menekan sebuah tombol dan mulai terdengar suara seorang wanita paruh baya di sebrang sana.
“Jinyoung-ah ini eomma.. kau masih di kampus nak? Atau sengaja tak ingin mengangkat telepon dari eomma? Eomma hanya ingin mengingatkanmu untuk makan tepat waktu, jangan sampai kau sakit lagi seperti waktu itu arrasseo? Hubungi eomma jika kau sudah sampai hm?”
….
“hyung! Aku Chanshik.. kau tau baru saja seorang yeoja dengan wajah malaikat datang dan terssenyum padaku, aaah… rasanya dunia berhenti untukku, hyung! Kalau kau sudah pulang hubungi aku ok?”

Namja yg bernama Jinyoung itu segera menekan tombol lain dan voice mail tak lagi berbunyi, suasana rumah sangat hening lalu disusul oleh suara hujan deras dari luar sana, Jinyoung menatap keluar jendela dengan tatapan kosong terlihat motornya di depan sana yg tersirami hujan. Dalam hati ia bersyukur itu artinya dia tak perlu repot-repot mencuci motornya esok pagi.
Jinyoung melangkah dan mencari saklar lampu, sebenarnya ia sudah terbiasa diam dalam gelap, namun berbeda dengan malam ini rasanya ia takut dengan kegelapan ni.
Klik..
Ruangan kini terang benerang, Jinyoung melirik kearah kulkasnya di dekat meja makan lalu mendekatinya dan membuka, menatap isinya yg sebagian besar hanyalah left lovers (makanan sisa) dan makanan instan. Jinyoung menutup pintu kulkasnya dan beralih mengambil segelas air dari dapur. Di luar sana hujan turun semakin deras dan memberikan kesan dingin.

Disisi lain masih dari balik derasnya hujan itu seorang gadis berlarian di pinggir jalan dan melindungi kepalanya dari serangan hujan menggunakan tasnya meski itu sama sekali tidak membantu, hujan tetap berhasil membuatnya basah kuyup dari kepala sampai ujung kakinya. namun ia tetap berlari menembus badai itu, hingga langkahnya terhenti di depan sebuah bangunan besar yg diatasnya tertulis ‘International Hospital Cheumdong’ gadis berambut panjang itu menepuk-nepukkan jaketnya yg sudah basah kuyup itu, tak lama dari pintu masuk keluar seorang wanita paruh baya dengan jas warna putih polos, matanya membulat begitu melihat gadis itu.
“Ji-eun!” pekiknya, yg diteraki malah tersenyum tak bersalah.

---

“ada apa kau kemari nak? Bukankah eomma sudah bilang sebaiknya kau diam saja di apartement hm?” wanita tadi memberikan sehelai handuk warna biru muda, Ji-eun menerimanya dengan seulas senyuman hangat.
“na bogoshipo eomma-ya.. tak boleh kah anakmu yg cantik ini mengunjungi eomma?” rajuknya, wanita itu tersenyum lalu mengacak rambut anak semata wayangnya.
“eomma…. Kalau bisa aku ingin seperti dulu lagi melihat eomma praktik, bolehkah?” Tanya Ji-eun tiba-tiba, ibunya terdiam sejenak lalu mengembangkan seulas senyuman hangat diakhiri anggukan. Kini keduanya sama-sama tersenyum senang.

---

Dulu ketika Ji-eun masih duduk di kelas 3 SMP dia sering membantu ibunya menjaga seorang pasien ‘istimewa’nya. Sebenarnya tidak terlalu istimewa, pasien itu hanya salah satu korban kecelakaan bus pariwisata saat akan mengunjungi Daegu. Keadaannya bisa dibilang sangat kritis namun justru itulah yang membuatnya special di mata ibu Soojung, dia mampu melewati masa kritisnya dalam 2 malam dengan pendarahan parah di kepalanya. Menurutnya itu merupakan sebuah keajaiban dan menjadikannya special, dan Ji-eun selalu datang dan menjenguk namja itu meski tak mengenalnya sama sekali. Meskipun diam-diam dan sering kali berpura-pura menjadi salah seorang suster jika ada kerabat namja itu datang.

---

Ji-eun’s pov

Aku membuka folder bertuliskan tanggal 2 hari yang lalu dan munculah sederet foto-foto seorang namja yang belakangan ini menjadi pembicaraan orang kampus. Dia seniorku, Jung Jinyoung. Kenapa aku menyimpan banyak fotonya? Jujur, aku sama sekali tidak tertarik dengan namja ini. Sama sekali tidak. Tapi sahabatku iya, dia dan teman-teman 1 geng anehnya itu—mereka menyebut diri mereka fans dan kumpulan mereka adalah fandom—memaksaku mengumpulkan foto senior –yang katanya—bermulut pedas ini. Karena dia tau aku memiliki hobi fotografi, dan ya jujur saja aku suka sensasi ketika memotret namja ini diam-diam. Aku selalu ingat bagaimana debaran jantungku dan ketika aku menahan nafasku dan menekan tombol klik untuk mengambil fotonya. Aku suka dan selalu ingat bagaimana rasanya.
Mendadak tubuhku membeku ketika jariku sibuk memutar-mutar scroll ke bawah dan akhirnya menemukan sebuah foto yang sengaja kusembunyikan di folder ini. Foto Jinyoung-ku yang pertama. Di foto ini dia terlihat biasa saja, namun entah kenapa aku sangat menyukai foto ini. Di foto ini terlihat dia tengah memarkirkan sepedanya di parkiran sepeda.

Pagi itu aku sudah benar-benar terlambat namun entah kenapa langkahku sejenak berhenti ketika melihat namja yang Bo Eun maksud benar-benar berada di depan mataku. Dia Jung Jinyoung itu.. tanganku meraih kamera yang tergantung di leherku dan menaruhnya di depan mataku, tangan kiriku yang berada di dekat lensa bergerak memutar lensa itu hingga menemukan fokusnya. Aku menahan nafasku lalu..
Klik!

Jinyoung menengadahkan kepalanya dan melihat kearahku. Dua mata dingin itu menatapku tajam, dia melangkah mendekatiku, oke, seharusnya aku kabur disaat seperti ini namun tidak. Aku tidak mengambil 1 langkah-pun untuk kabur darinya. Aku masih diam mematung disana.
Tanpa kusadari Jinyoung sudah berdiri di depanku dan memegang kameraku, senyuman sarkatis itu hanya terekam di mataku.

“kau… stalker?” tanyanya, kepalaku terangkat sedikit.
“eh?” responku singkat
“stalker?” ulangnya
“mwo? Anieyo… seutalko anindeyo” jawabku seadaanya
“jeongmallo.. lalu kenapa ada fotoku di kameramu.. bahkan.. aah… ada lebih dari satu, kau tak mungkin beralasan ‘tak sengaja memotretku’ ahgaesshi” aiiishh.. dia bahkan menemukan foto-foto dari 3 hari yang lalu saat Bo Eun menemaniku memfotonya.
“aa..aaa… anieyo.. aku bisa jelas…”
Jinyoung melirik jam tangannya sejenak matanya membulat dan berlari meninggalkanku begitu saja. Aku masih mematung disana seperti orang bodoh dan akhirnya aku kembali melihat kameraku, memastikan orang yang bicara denganku tadi memang benar Jung Jinyoung. Astaga.. untunglah dia tidak menghapus hasil tangkapan yang berharga – untuk Bo Eun—ini.

---
Lamunanku terhenti saat ponselku bergetar di atas meja menandakan e-mail masuk dari Bo Eun, dan… tebakanku tak sia-sia memang e-mail masuk dari Bo Eun aku membukanya dan lag-lagi yeoja stress itu menagih foto dariku seperti rentenir. Akhirnya besok aku setuju untuk memberikannya flashdiskku yg berisi foto-foto Jinyoung itu padanya. Sebenarnya aku bisa saja menolak untuk membantu Bo Eun, toh dia membayarku dengan harga murah.. lagipula, dia tak menjanjikan untuk membantuku membuat tugas dan lain sebagainya, karena memang kami berbeda jurusan.aku mengambil jurusan fotografi—tentu saja, sedangkan Bo Eun mengambil jurusan music, kami berkuliah di sebuah kampus seni yang bisa dibilang sangat terkenal di Seoul. Salah satu kampus bergengsi lah.. namun menurutku nama kampus bergengsi itu tak pantas, hampir semua mahasiswanya sama saja dengan di universitas manapun.

Bahkan saat aku akan beranjak tidur, aku kembali melirik kearah sebuah foto yang tergeletak di atas meja kecil dekat kasurku, lewat terangnya lampu tidurku aku masih bisa melihat jelas foto apa itu. Foto seorang namja yang kuambil sekitar 2 tahun yang lalu, namja yang tengah berdiri di balkon rumah sakit tempat eomma bekerja, saat itu entah kenapa tanganku bergerak dengan sendirinya dan memotretnya. Dan sampai sekarang aku masih penasaran siapa namja itu sebenarnya.

---

Pintu kamar itu terbuka perlahan dari baliknya berdiri seorang gadis SMA dengan seragam lengkapnya, ditangannya terdapat 1 buket bunga lili putih segar, di rumah sakit ini dia bukan akan menjenguk teman, kerabat, atau ibunya yang tengah sakit. Melainkan seorang namja yang bahkan tak ia kenal sama sekali. Salah satu pasien ibunya, namja yang ia namai..

“yeou—bahasa korea dari fox/rubah—!! Aku datang lagi” sapanya bersemangat, namun namja yang ia panggil yeou itu tak bereaksi sama sekali, ia masih diam di tempat dengan kedua mata yang tertutup. Gadis itu membuka bungkusan plastik dari buket yang ia bawa lalu menyusun bunga lili tadi kedalam sebuah vas.
“aku akan mengisikan air dulu, ne?” katanya lalu beranjak menuju sebuah kamar mandi di ujung ruangan itu.

‘My Love, Sunshine, Can you promise me?
Can you always be by my side like this moment?’
Gadis itu bersenandung riang.. namun sejenak ia diam membeku begitu mendengar suara pintu yang terbuka diluar sana. Suara seorang wanita paruh baya terdengar lagi seperti tengah berbincang panjang dengan ibunya. Gadis itu masih terdiam di kamar mandi membeku dan memasang telinganya mendengar setiap kata yang bisa didengar olehnya, ketika langit mulai gelap dan tak terdengar suara lagi.. gadis itu perlahan keluar dari kamar mandi dan mengawasi daerah di sekitarnya, diluar sangat gelap. Dia menekan saklar lampu dan kini ruangan itu terisi cahaya terang. Dia tersenyum lalu menghampiri namja tadi dan meletakan vas bunga yang sudah terisi air dan bunga lili di dalamnya. Dia tersenyum sembari menatap keluar jendela. Diluar sana sudah sangat gelap.

“kau dengar tadi eomma-mu bilang dia merindukan suara tawamu Yeou.. dia merindukanmu, aku memang belum pernah bertemu denganmu.. mendengar suaramu.. hajiman, aku yakin kau adalah orang yang menyenangkan, geuchi?” gadis itu terdiam sejenak, dia segera meraih tasnya dan mengobrak-abrik isinya, dia menemukan secarik kertas yang dipenuhi coretan dan agak lusuh. Dia tersenyum lalu meletakannya di atas kasur Yeou.
“itu lagu buatanku.. mau dengar?....... tak menjawab? Baiklah.. kuanggap itu sebagai jawaban iya”

Through that soft touch
My heart is wrapped by the melody
My heart is beating
My love is heading for you

Through the beautiful stars
My sweet emotion
 I can only show you my shy smile
This feeling is a first for me

My Love, Sunshine, Can you promise me?
Can you always be by my side like this moment?
Hold my hand tightly
Let's be together forever, My Love

----

KRRIIIIINNNNGGGGG!!!! KRRIIINNNGGGG!!! KRRR…

Aigoo.. aku merasa seperti seluruh tubuhku benar-benar tak bisa digerakan sepenuhnya, aku membuka mataku perlahan melihat pada angka berapa jarum jam weker-ku ini yang selalu setia membangunkanku setiap pagi menunjuk.
“AKU TERLAMBAT!!!”

“Ji-eun sarapan dulu” eomma berteriak dari dalam ruang makan saat aku akan memasang kedua sepatuku
“andwae eomma.. aku sudah sangat terlambat, aku bisa makan di kampus.. aku berangkat. Saranghae eomma”
Aku bergegas berlari menuju halte bus, sekarang aku benar-benar menyesal menolak anjuran eomma untuk membeli sepeda. Yah.. penyesalan memang selalu datang terakhir, selain menyesal karena urusan sepeda sekarang aku juga menyesal mengambil kuliah tambahan di pagi buta seperti ini. Jangan tertawa.. jam 7.15 menurutku adalah pagi buta karena biasanya aku berangkat ke kampus seitar pukul 9 setelah malam harinya bergadang mengurusi Jung Jinyoung itu.
 Beruntung aku tak tertinggal bis disaat penting seperti ini, aku segera naik ke dalam dan benar dugaanku tak mendapatkan tempat duduk, bis mulai berjalan dan aku terpaksa berdiri dan mengatur nafasku. Tak lama kemudian bis kembali berhenti pintu bis terbuka, kurasa seorang namja baru saja naik. Aku tak begitu memperhatikan keadaan sekitarku, kini aku sibuk mengatur kameraku agar tidak terbentur dengan buku dan perlengkapan lainnya, tas kameraku hilang dan aku malas membeli yang baru. Baiklah itu tak penting. Selesai mengatur tempat untuk kamera akupun memperhatikan pemandangan Seoul dari kaca bis, meskipun aku melewati jalan ini setiap hari namun tetap saja bagiku kota ini indah sekali.

Saat jam istirahat aku berjanji pada Bo Eun untuk menyerahkan beberapa foto Jinyoung, semalam aku benar-benar menyortir foto yang sudah kuperbaiki dan yang belum. Aku lupa memisahkannya dan semalam aku bergadang hanya untuk menyortir foto namja itu dari computer ke flashdisk ini.
Jam istirahat yang seharusnya kuhabiskan di kafetaria hari ini menjadi pengecualian saat yeoja yang selalu menguncir dua rambutnya – Bo eun menyuruhku menyerahkan foto Jinyoung pada jam istirahat. Oke, aku menunggunya disini sedangkan dia mungkin tengah melahap makan siangnya di kafetaria bersama teman-teman fandom¬nya itu. Aku membaringkan kepalaku diatas meja dan menghadap keluar jendela perpustakaan berharap bisa mendapatkan sedikit hiburan visual diluar sana namun bukan itu yang kudapatkan. Ternyata di sebelahku juga ada seorang namja memakai jaket biru sedang tertidur, chakkaman…
Tiba-tiba seorang yeoja datang dan menaruh sebuah keranjang penuh berisi coklat, keranjang yang terlihat sangat mencolok dengan berbagai pita warna pink di sekelilingnya itu benar-benar menyilaukan mataku. Aku bangkit dari posisiku dan segera mengeluarkan novel dari dalam tasku lalu pura-pura membacanya, ketika yeoja itu tengah tersenyum manis sambil menuliskan sesuatu diatas kertas dengan warna yang senada dengan keranjang coklatnya tadi.

“semoga kau suka oppa” bisiknya lalu melangkah pergi. Namja yang tertidur di sebelahku itu memang… Jinyoung.

“kau sangat tenar rupanya… Bo eun memang luar biasa” bisikku pada diri sendiri. Tiba-tiba Jinyoung terbangun dan menatap keranjang pink di depannya dengan tatapan tak suka, dia beralih melihatku
“bukan aku.. aku baru saja tiba” kataku membantah apapun yang tengah dia pikirkan.
Jinyoung melihat secarik kertas yang terletak di sebelah keranjang itu lalu membacanya sebentar. Dia menaruh kertas itu kembali lalu melangkah pergi meninggalkan perpustakaan tanpa membawa keranjang itu bersamanya.

“oppa!” panggilku, aku menyampirkan tasku, membawa keranjang itu dan mengejarnya keluar. Dia berbalik dan menatapku datar
“kau tak membawanya..?” tanyaku seraya menyodorkan keranjang tadi
“aku tak suka coklat, untukmu” katanya singkat
“oppa… setidaknya kau harus membawa ini bersamamu” kataku bersikeras, Jinyoung menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
“kenapa kau begitu berisik nona?” tanyanya
“eh?”
“untukmu” sepertinya dia tak ingin menghabiskan waktunya denganku, dia kembali berbalik dan melangkah pergi. Aku menatap keranjang berisi coklat ini lekat-lekat, yeoja itu pasti menghabiskan banyak waktu untuk membuatnya, dan namja itu tak menghargai usahanya sama sekali. Tepat saat aku berniat mengejar Jinyoung, Bo eun meneleponku dan mengajakku bertemu di kedai es krim depan kampus. Yah setidaknya aku bisa meminta Bo eun mentraktir semangkuk es krim jika pertemuan disana. ^^

“MWOO? JINYOUNG”
Baiklah kesalahan apa yang kau pelajari hari ini Ji-eun? Jangan menceritakan semua pengalamanmu pada 3 yeoja temanmu yang sangat tergila-gila pada namja bernama Jinyoung itu. Aku tersenyum kaku dan langsung menyodorkan flash disk pada Bo eun, gadis berkuncir dua itu tersenyum senang lalu memberikanku amplop yang berisi uang 15000 won. Aku tersenyum senang lalu memasukan amplop itu kedalam tas.
“hajiman.. jinha Ji-eun kau bertemu Jinyoung di perpustakaan tadi?” dia Eun bin salah satu teman Bo eun yg sama tergila-gilanya pada Jinyoung. Dia selalu memakai kacamata yg sebenarnya tidak minus dan bahkan bukan kacamata baca, itu hanya kacamata gaya yg ketinggalan jaman.
“apa keranjang coklat yg tadi kalian makan isinya itu bukanlah bukti yg cukup?” tanyaku, mereka bertiga mengangguk, satu lagi yang disebelah kirinya Bo eun, dia Shinyoung. Dia tak terlalu tergila-gila pada Jinyoung, namun dia yang sering menolongku ketika aku nyaris ketauan lagi oleh Jinyoung, dia juga yg sering meng-uplaod hasil ‘tangkapan’ku dan mendesain blog kami. Ah.. bukan kami.. aku tak termasuk di dalam kumpulan orang aneh ini.

Baiklah, kebanyakan teman yeoja-ku termasuk kedalam kelompok aneh Fans Jung Jinyoung itu, satu-satunya tempat dimana aku bisa tenang dan tak perlu mendengar pujian-pujian dari namja itu memang disini.. di atap kampus, aku sering menghabiskan soreku disini. Eomma bekerja pada sebuah rumah sakit besar dan ternama, beliau biasa pulang diatas jam 11 malam dan aku rasa percuma saja pulang lebih awal ke rumah. Tak ada yang menungguku disana. Aku anak semata wayang, dan di kampus ini aku memiliki seorang kakak sepupu yang mengambil jurusan seni. Shinwoo namanya. Hmm.. kurasa aku sudah cukup banayk bercerita tentang diriku sendiri.. aku menghela nafasku dan merasakan lembutnya angin di wajahku. Mataku melihat ke sekeliling dan tak sengaja melihat Jinyoung di tangga menuju tempat yang sama denganku, eh?? Mau apa dia kesini?

Aku diam di tempat, berpura-pura tak menyadari keberadaannya, ketika dia sampai diatas keliatannya dia kaget melihat ada manusia disini. Dia bermaksud berbalik namun dia terdiam sejenak dan akhirnya mengambil tempat kosong disampingku.
Deg..
Deg..
Deg..
Tuhaan.. rasanya jantungku ingin berhenti berfungsi, tanganku gatal rasanya ingin segera meraih kameraku dan memfotonya dari jarak sedekat ini,

“coklat yg tadi kau makan semua?” tiba-tiba dia berkata seperti itu, aku terdiam mencerna maksud kalimatnya dan..
“aaaah… ani.. kuberikan pada temanku, aku tak begitu suka coklat” jawabku, sedikit aneh dia amsih mengingat kejadian di 9 jam yang lalu itu.
“geurae… apa yang kau lakukan disini? Menunggu mata kuliah?” tanyanya, aku menggeleng
“anieyo, mencari ketenangan..” jawabku santai
“aku mengganggu?” sekilas aku melihatnya menoleh ke arahku
“ani.. kau tak mengganggu sama sekali” bantahku, perlahan mataku meliriknya perlahan, Jinyoung menatap kedepan dengan seulas senyuman hangat.. entah kenapa aku mengenalnya.. aku pernah melihatnya di satu tempat entah dimana.
“maaf… boleh aku memotretmu?”

---

Author’s pov

Malam kembali datang dan gadis itu masih duduk di samping kasur yeou, temannya berbagi cerita dan pengalamannya di sekolah tadi. Dia tersenyum dan menatap lembut wajah yeou-nya yang terkena snar bulan purnama malam itu.
“yeou..kapan kau bangun?”
Ji-eun masih diam mematung bahkan mungkin membeku melihat layar desktop komputernya, tak ada yang special jika orang lain melihatnya disana hanya terdapat foto seorang namja memakai kemeja warna biru muda tengah tersenyum dan menghadap ke kamera. Namja itu Jinyoung. Entah apa yang ada di pikiran Ji-eun hingga menjadikan foto itu sebagai wallpaper desktopnya.
“aku sepertinya pernah melihat senyuman ini.. dimana ya..” ji-eun memiringkan wajahnya sejenak, dia menggelengkan kepalanya dan mengganti wallpaper desktopnya ke foto sebelumnya. Foto yg sama dengan bingkai di sebelah kasurnya, ji-eun membuka aplikasi Word lalu melanjutkan tugasnya.

Dalam sebuah pagi yang mendung kedua mata itu akhirnya terbuka secara perlahan, dari pandangannya yang masih sangat kabur itu dia melirik sebuah vas berisikan bunga lili putih yang aroma segarnya tertiup angin dan memenuhi kamarnya.
“jadi yang semalam itu.. mimpiku… apa aku dalam kenyataan atau aku masih bermimpi?”  hatinya berbisik

“hyuuung… kau kenapa bengong terus seperti itu hah?” chanshik kembali membuka mulutnya ketika jinyoung kembali membisu dan focus menatap layar televisinya.
“kau mau aku bicara apalagi?” Tanya Jinyoung malas, tangannya meraih remot dan memindahkan channelnya lagi
“hyung, tak biasanya kau diam seperti ini… hyuuung~” namja itu menggunakan kartu asnya.
“aiiisshh.. berhenti melakukan awgyo bodoh itu” jinyoung melemparkan bantal ke wajah Chanshik
“aiish.. hyung tergoda kan? Hahahaha”
“berhenti tertawa itu tak lucu”
“bahkan wajah hyung memerah kyaahaahahaah”
“kau… aiiisss bocah ini…”
“mianhae hyung haha kau sangat lucu”
“geurae.. bagaimana yeoja yg kau sebut bidadari waktu itu? Secantik apa dia memangnya?”
“geu yeoja ga? Hmmm…. Molla hyung, mungkin saat kau melihatnya kau akan menganggapnya biasa saja”
“hmm.. dia first love-mu?”
“aiis anieyo”

Ketika suara pintu bergeser kembali terdengar mata itu kembali menutup, masih berpura-pura tertidur. Dari balik pintu itu muncul kepala seorang gadis dengan seragam SMAnya yg sama seperti kemarin kini di tangannya dia mengenggam sebuah kotak bekal berisi bekal makan siangnya. Dia perlahan masuk ke dalam kamar itu.

“hmm.. kau berpura-pura tertidur yeou-ah” katanya dengan senyuman nakal. “ireona!” perintahnya dengan suara lantang, namun kedua mata itu masih tetap tertutup, gadis itu mengeluarkan sebuah bulu angsa lalu menggerak-gerakkan bulu angsa itu di dekat hidung namja yg dipanggilnya yeou itu.
“hatchi!”
“hahahahha~ sudah kuduga~ kau sudah sadar kan yeou-ah” katanya bangga
“yeou?” namja itu bertanya “kau siapa? Kenapa memanggilku.. aku……” kalimat itu terhenti ketika kedua mata namja itu akhirnya menatap wajah dari suara yang selalu dia dengar beberapa hari yang lalu itu.
“ah, ya.. siapa namamu? Mianhae.. selama ini aku memanggilmu yeou..”
Namja itu tak menghiraukan segala yang dikatakan gadis itu, dia tenggelam dalam apa yang terdapat di depan matanya
“ani.. gwenchana.. kau boleh memanggilku yeou” katanya. Awalnya gadis itu terlihat bingung namun dia kembali tersenyum lalu menawarkan bekal yang dibawanya tadi
“oh ya siapa namamu? Maksudku aku harus memanggilmu siapa?”
“teman-temanku menanggilku Liji kau boleh memanggilku liji” sahut gadis itu
Paginya entah kenapa itu pagi dimana pertama kalinya Jinyoung bangun sepagi dan seawal itu dia melirik jam di dekat kasurnya, dia tersenyum dan langsung beranjak ke kamar mandi.

Pagi ini, Ji-eun dan kameranya kembali mengintai dan memotret semua kegiatan Jinyoung, hari ini slah satu hari terlancar untuk mendapatkan banyak foto Jinyoung tanpa ketauan sama sekali. Ji-eun tersenyum ketika melihat semua hasilnya di kamera kesayangannya itu
“Ji-eun –ah apa yang membuatmu tersenyum sendiri seperti itu?”
“eh?” Ji-eun mengangkat kepalanya dan tanpa ia sadari di depannya telah duduk Shinwoo kakak sepupunya “oppa~ haha anieyo” ji-eun mematikan kameranya
“kau masih hobi memotret rupanya?” ujar Shinwoo
“hehe.. ne oppa… fotografi sudah seperti hidupku”
“arrasseo.. apa yang kau foto sampai tersenyum sendiri seperti itu? Oppa boleh tau?”
“anieyo..”

Ji-eun’s pov

Aku cukup kaget ketika oppa sampai bertanya seperti itu padaku, dalam lorong di kampus aku kembali melihat hasil fotoku tadi, dan entah kenapa rasanya aku sangat senang bisa mendapatkan foto sebanyak ini dengan sangat mudah, tak sengaja aku melihat sesuatu di UKS dan tak lama kemudian salah satu temanku dari fakutas fotografi juga keluar dari sana.
“sunwoo-ya, wae geurae?” tanyaku pada sunwoo –temanku itu yang baru saja keluar dari UKS
“aniya, gwenchana.. ohya, tadi Bo eun memintamu membawakannya obat maag”
“eh, maagnya kambuh?” tanyaku panic
“ani.. dia Cuma bilang begitu”
Aku mengangguk tanda mengerti, sunwoo pergi meninggalkan tempat itu, perlahan aku melangkah masuk ke dalam UKS, aku tersenyum dan member salam pada penjaganya(?) dan menanyakan obat maag, dia masuk kedalam ruangans empit berisi obat-obatan itu dan mataku tiba-tiba tertarik melihat ke atas kasur di UKS, seorang namja berbaring disana, aku mendekatinya dan saat aku melihat wajahnya otakku tiba-tiba berputar dan deretan kejadian di masa lalu yang sudah lama tak pernah kuingat lagi berputar di balik mataku seperti sebuah film. Semuanya terasa seperti dejavu.

“ahgaessi”
“ne!”

aku keluar dari UKS dengan obat maag di tanganku dan fikiran yang kembali melayang ke masa lalu yang sudah aku lupakan dan buang jauh-jauh. Kenapa semuanya benar-benar seperti dejavu?

“eomma.eomma… kapan eomma pulang?”
“ji-eun.. mianhae.. eomma sedang mengurus seorang pasien kecelakaan nak, kau sudah liat beritanya di tivi kan? Eomma harus tinggal di rumah sakit lebih lama.. shinwoo-oppa ada disana?”
“ada eomma..”
“jadi anak baik ya.. tinggal dengan shinwoo-oppa dulu, ne? saranghae”
“nadoo”



Ottheyo? ._.
Sepertinya aku comeback bukan dengan FF yang ditunggu-tunggu .____. Mianhaeyo~ FF yg lain masih dalam tahap di proses –meski pada stuck semua—yah mungkin sambil menunggu FF yg lain aku akan post FF ini dulu .__. Coba-coba pake alur maju-mundur dan jadinya sangat abstrak seperti ini hahaha ;w; yah, castnya itu Lee Ji-eun (IU) sama Jinyoung ._. gatau kenapa rasanya ingin pake cast ini aja, ada beberapa member B1A4 juga di dalemnya, dan yah.. dengan di postnya FF ini berarti YMT di cancel == mianhae .__. Aku ga ada ide apa-apa untuk FF itu, mungkin Silent reader akan bertebaran disini jadi… yah biarlah~
Mohon RCLnya m(_ _)m
Dan tolong jangan di copas tanpa seizinku ;A;
Ppyong~!

-dean

Saturday, January 21, 2012

B1A4 - B1A4 Story song











Hangul

신우: 우리 바로 처음 봤을 때
초롱초롱한 눈매왁
앵두 같은 입술
귀여운 외모에
반전 목소리가 매력적이야

바로: 자꾸만 생각나 그대와 같이 밥 먹던
웃고 울고 젖어서 울던 그대가
이제 와 그리운 건지
혼자서 그저 나 웃지 하하

신우: 하지만 자세히 보니까 뭔가 좀 닮았어
다람쥐 다람쥐 다람쥐 (다람쥐 다람쥐 다람쥐)
앞니가 다람쥐 다람쥐 (앞니가 다람쥐 다람쥐)

산들: 형이 지금그런 말 할 때가 아냐
형은 곰 닮았잖아요
곰처럼 느릿느릿해서 우린 너무 답답해
답답해 답답해 답답해 (답답해 답답해 답답해)
속 터져 속 터져 속 터져 (속 터져 속 터져 속 터져)

공찬: 형! 저는 형 처음 봤을 때 정말 깜짝 놀랐어요
왜냐면 형은 노래를 정말 잘 불렸거든요
그리고 형은 또 노래할 때 정말 멋있어요
형은 노래할 때 뒤에서 빚이 나요

바로: 우리 찬이는 이런 말 할 자격 있어
왜냐면 찬이는 뭘 입어도 학 보니까
그리고 우리 찬이 엉덩이는 너무 너무 섹시해
그리고 찬이는 닮은꼴이 너무 많아

진영: 바로야 네가 말 할 때 아냐

바로: 진영이 형이 있었구나
진영이 형은 잘생긴 얼굴에 멋진 눈매
뽀얀 피부까지 완벽한 줄 알았는데 알고 보니
할배! 할배! 할배! 할배! 할~배! (할배! 할배! 할배! 할배! 할~배!)

애들아 근데 그럼 뭐 해 알고 보니
할배! 할배! 할배! 할배! 할~배! (할배! 할배! 할배! 할배! 할~배!)

우리 친해요 baby
믿을사람 없죠
우리 친해요 baby
집에 가서 보자
우리는 B1A4 baby
너희는 우리의 baby
우리는 너희의 baby
우리는 너희의 baby


Romanization

Shinwoo: Uri baro cheoeum bwasseul ddae
chorongchoronghan nunmaewak
aengdu gateun ibseul
gwiyeoun wimoe
banjeon moksoriga maeryeokjeokiya

Baro: Jakkuman saenggakna geudaewa gati bab meokdeon
utgo ulgo jeojeoseo uldeon geudaega
ije wa geuriun geonji
honjaseo geuji na utji haha

Shinwoo: Hajiman jasehi bonikka mwonga jom dalmasseo
daramjwi daramjwi daramjwi (daramjwi daramjwi daramjwi)
daramjwi daramjwi daramjwi (daramjwi daramjwi daramjwi)

Sandeul: Hyungi jigeum geureon mal hal ddaega anya
hyungeun gom dalmassjanayo
gomcheoreom neuritneurithaeseo uwin neomu dabdabhae
dabdabhae dabdabhae dabdabhae (dabdabhae dabdabhae dabdabhae)
sok teojyeo sok teojyeo sok teojyeo (sok teojyeo sok teojyeo sok teojyeo)

Gongchan: Hyung! jeoneun hyung cheoeum bwasseul ddae jeongmal kkamjjak nollasseoyo
waenyamyeon hyungeun noraereul jeongmal jal bulryeossgeodeunyo
geurigo hyungeun ddo noraehal ddae jeongmal meosisseoyo
hyungeun noraehal ddae dwieseo biji nayo

Baro: Uri chanineun ireon mal hal jakyeok isseo
waenyamyeon chanineun mwol ibeodo hak bonikka
geurigo uri chani eongdeongineun neomu neomu sekshihae
geurigo chanineun dalmeunggoli neomu manha

Jinyoung: Baroya nega mal hal ddae anya

Baro: Jinyoungi hyungi isseossguna
jinyoungi hyungeun jalsaenggin eolgule meotjin nunmae
bboyan pibukkaji wanbyeokhan jul arassneunde algo boni
halbae! halbae! halbae! halbae! hal~bae! (halbae! halbae! halbae! halbae! hal~bae!)

Aedeula geunde geureom mwo hae algo boni
halbae! halbae! halbae! halbae! hal~bae! (halbae! halbae! halbae! halbae! hal~bae!)

Uri chinhaeyo baby
mideul saram eobjyo
uri chinhaeyo baby
jibe gaseo boja
urineun B1A4 baby
neohwineun uriye baby
urineun neohwiye baby
urineun neohwiye baby



B1A4 Story (translations)

CNU: When I first met Baro~ His charm are from his shiny shiny eyes, lips like cherry, cute looks with an unexpected low voice~

(Baro beatbox & raps)

CNU: But looking at you closely I think you resemble something..

A squirrel, squirrel, squirrel~

B1A4: A squirrel, squirrel, squirrel~

CNU: Your buck teeth look like a squirrel, squirrel, squirrel~

B1A4: Your buck teeth look like a squirrel, squirrel, squirrel~

Sandeul: Hyung, speak for yourself

CNU: Why?

Sandeul: You look like a bear~ You’re even slow like a bear.. it makes us frustrated. Frustrated, frustrated, frustrated~

B1A4: Frustrated, frustrated, frustrated~

Sandeul: So frustrated it make me want to explode, explode, explode.

B1A4: Explode, explode, explode~

Gongchan: (To Sandeul) Ey, hyung! Don’t be like to CNU hyung! When I first met you I was really surprised.

Sandeul: Why?

Gongchan: Because you’re so good at singing!

Sandeul: Ohhhhhhhhh~

Gongchan: Also, you’re really awesome when you sing.

Sandeul: Ohhhhhhhhh!! A little more!

Gongchan: When you sing you shine~

Sandeul: Ohh~ but wait… aren’t these the same things..?

Gongchan: That’s why I’ve prepared this… Hyung is handsome!

(Sandeul picture)

B1A4: OHHHH~

Sandeul: Ohh~ so well prepared!

Gongchan: But wait, there’s more.. Hyung is handsome!!

(Pre-debut Sandeul picture)

Sandeul: WHAT IS THIS?!

Baro: Our Channie has all the rights to say that~ Because Channie looks like a photoshoot even from far away.

(Gongchan wears glittery vest)

Sandeul: Baro! Baro!

Baro: I shall try it on too!

(Baro puts on glittery vest)

B1A4: EHHH!!

Baro: As I thought, the finishing touch to fashion is the face! Also, Channie’s aegyo is too cute~ Channah, show them your aegyo.

(Gongchan does aegyo *translator comment: i died >___<*)

Baro: It even makes ME embarrased!

Jinyoung: Baro, you shouldn’t be saying that.

Baro: Oh yeah! Jinyoung hyung was here!

Sandeul: I thought Jinyoung hyung was perfect because he’s handsome, has charming eyes, and fair skin but it turns out that he’s a …

B1A4: halbae, halbae, halbae, halbae, halbae, halbae, halbae, halbae, halbae, halbae! (grandpa, grandpa, grandpa….)

CNU: Okay guys, cut it out.

Baro: In that case, Jinyoung hyung, show us some special talents.

Jinyoung: Special talent..?

Baro: Oh look, there’s a helicoptor flying by.

(Helicoptor noise)

Baro: The ceiling is leaking!

(Water drop noise)

CNU: There’s a cary passing by too!

(Car noise)

B1A4: WOW. How do you do that?

(Does car noise…)

Baro: But what’s the point in this? He’s still a…

B1A4: Halbae, halbae, halbae, halbae, halbae, halbae, halbae halbae!

Jinyoung: We’re very close to each other baby~ no one will believe me though.

B1A4: We’re very close to each othe baby~

Jinyoung: I’ll see you all at home.

Baro: We are…

B1A4: B1A4 baby~

trans credit: mr. Jiyoung @ AVIATEB1A4
hangul + rom credit : CAPTAIN! @ FLIGHTB1A4.com

Sunday, January 08, 2012

Jung Jin Young [정진영]

Birth Name: Jung Jin Young (정진영)
Born in : 1991.11.18
Blood type: A
Height/Weight: 178cm/59kg
Skills: Song writing, singing, acting
Twitter:@B1A4_JINYOUNG

Jinyoung's fact

  • Jinyoung adalah member yang pertama kali direkrut.
  • nama asli Jin Young adalah Jung Jin Young.
  • Jinyoung suka menggigit bibirnya sendiri. makanya dia dipanggil ‘bitting lip leader’
  • Jinyoung selain jago nyanyi, dia juga seorang songwriter.. ada beberapa lagu B1A4 yg dia tulis sendiri seperti Bling Girl.
  • Jinyoung adalah member yang sangat tenang dan bahkan ketika dia tersenyum.
  • Jinyoung adalah leader yang keren dan pemalu.
  • Jinyoung punya kakak perempuan.
  • Jinyoung diberkati bakat di bidang musik karena kalian bisa dibuat pingsan dengan bakatnya.
  • Banyak yg bilang kalo Jinyoung mirip Minhwan & Seunghyun FT Island, Jinwoon 2AM, Lee Seung Gi, Aktor Jung Il Wo, Moongeun ZE;A dan Eunhyuk Super Junior.
  • Selama pembuatan MV O.K Baro dan Jinyoung suka bercanda
  • Semua member mikir kalo jinyoung itu ga kayak leader, dia dianggap terlalu cute untuk seorang leader.
  • Golongan darah Jinyoung adalah A.
  • Jinyoung adalah member tertua kedua
  • Tinggi Jinyoung adalah 178
  • Jinyoung ditindik pada telinganya sebelah kanan
  • Jinyoung paling deket sama Baro di B1A4
  • JinYoung bisa bermain gitar dengan baik
  • JinYoung ga pernah belajar di Singapura ketika ia kecil
  • Jinyoung Skill/Hobbies > Singing, acting, play guitar, composing
  • Tipe cewek ideal Jinyoung itu cewek yang selalu mikirin dia ~
  • Jinyoung juga bisa memasak
  • dikenal dengan senyumnya yang manis dan penampilannya yang gentle
  • Selama hari-hari Trainee , ia pikir bakal bagus kalo lagunya bisa masuk ke salah satu album grupnya, makanya dia mulai komposisi lagunya sendiri
  • Jinyoung itu emang udah punya ‘Flower Boy Look’ sebelum debut
  • Jinyoung itu bisa meniru suara helikopter ^^
  • Jinyoung mempunyai 2 tindik di telinganya
  • Jinyoung sering membawa cermin kemana-mana bahkan dia menggunakan cermin ditempat tidurnya hanya untuk merapikan rambutnya sebelum tidur.
  • Karena hobbinya memasak, Jinyoung mengatakan bahwa dia terlihat seperti tikus pemasak di film ‘Ratatouille’
  • Jinyoung sangat ingin melakukan konser spesial B1A4 dan mini fanmeeting
  • Harta no. 1 bagi Jinyoung adalah laptopnya
  • Kesan pertama Jinyoung melihat CNU, terlihat seperti orang yang tidak banyak omong, Baro tampak seperti orang yang lincah tapi sembrono sedangkan Sandeul terlihat sangat polos dan yang maknae Gongchan tampak chic.
  • Jinyoung berasal dari daerah Choong-book Choong-ju
  • Jinyoung senang mendengarkan lagu LMFAO-Party Rock Athem
  • Jinyoung berkeinginan untuk bekerja sama dalam sebuah lagu dengan WILL.I.AM.
  • ternyata jinyoung membuat lyric lagu bling girl dibantu oleh member yg lain
  • Nama panggilannya adalah Arctic Fox
  • Jinyoung memilih Gongchan sebgai member terganteng ke3
  • Jinyoung dipanggil kakek oleh para member LOL xD
Jung Jinyoung spam pict :3








ppyong~!^^

Saturday, September 17, 2011

B1A4 Colection Gif

I Just type these word into Google and found MAANY gifs.. hope you like it BANA ^^

B1A4





look at this 'crazy guys' :

I WANT TO EAT THAT HAND!!!! XD

let's see they're Chaotic moment at  they new MV

poor Baro


AH! Jin is shoot me~
  








let's go to Live perform random and anything else haha~ ^^

Jinyoung my love !
err.. bad boy face
good  haha xD
I always thinkin' of you :p
I love you~

little magnae Gongchannie ^^ is my adorable baby :3



okay, that's it!!
bye-bye BANA~~~
P.S : Jinyoung and Channie is my bias at B1A4 haha